Selasa, 29 April 2014

Menyelusuri Museum Ali Hasjmy

Share it Please

Seperti pada museum biasanya, tempat ini banyak menyimpan cerita. Di atas lahan sekitar 3000 meter persegi itu terdapat pustaka dan museum. Di museum kita dapat menemukan koleksi dari peninggalan Prof. Ali Hasjmy, sampai dengan berbagai macam buku yang dapat kita jumpai disini. Jumlah dari buku-buku tersebut  sekitar 15000 buku tentang sastra, Islam, politik, sejarah, dan budaya serta berbagai arsip lama yang berkaitan dengan Aceh pada peristiwa masa lalu. Tak hanya itu, di museum ini kita dapat menemukan berbagai buku dengan berbagai bahasa, antara lain bahasa Belanda, bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan bahasa Aceh. Ada juga berbagai macam naskah kuno serta album-album foto yang bernilai sejarah.




Museum ini terdiri dalam 4 ruangan, yaitu ruangan khutubkhanah tgk Chik Kutakarang, yang berisi kitab-kitab dan buku kuno awal abad ke-20, kemudian ada ruangan warisan budaya dan nenek puteh, yang berisi benda-benda warisan budaya Aceh, seperti senjata khas Aceh, pakaian Aceh, dan keramik kuno. Kemudian ada pula ruangan yang merupakan ruangan khasanah milik Ali Hasjmy. Didalam ruangan ini terdapat dokumen pribadi milik Ali Hasjmy. Dan ruangan terakhir ialah ruangan teknologi tradisional Aceh. Pada ruangan ini terdapat pula hasil kerajinan dari masyarakat Aceh. 

Tak hanya itu, kita dapat menemukan benda-benda bersejarah seperti pedang, bedil yang digunakan pada masa kolonial Belanda, balai atau meudrah yang berfungsi sebagai tempat diadakannya musyawarah maupun pertemuan, Jeungki (seperti penumbuk padi), dan tempat penyimpanan gabah. Pengunjung juga dapat menikmati sejarah tentang seorang Cut Nyak Dhien. Disini terdapat pula berbagai koleksi buku hasil karya Prof. Ali Hasjmy yang sangat berguna untuk masyarakat Aceh.


Koleksi-koleksi buku dan benda-benda bersejarah yang dipajang tersebut merupakan tulisan-tulisan dari sahabat serta kolega dari berbegai negara, serta kumpulan beberapa buku tentang para tokoh gerakan nasional. Di museum ini pun terdapat pula kitab suci Al-Qur'an yang tertulis pada media kulit kambing,yang terbit awal abad ke-20. Selain itu pengunjung dapat melihat pedang Habib Mustafa yang juga merupakan salah satu pahlawan Aceh yang meninggal saat melawan Belanda di Bakongan, Aceh Selatan, tahun 1926.

Pada awalnya museum ini adalah kediaman dari Prof. Ali Hasjmy. Beliau dilahirkan pada tanggal 28 maret 1914 di daerah Lampaseh, Banda Aceh. Semasa hidupnya, beliau pernah menjabat sebagai gubernur Aceh dan merupakan mantan rektor IAIN Ar-Raniry Darussalam di kota Banda Aceh. Beliau juga dikenal sebagai ulama, sastrawan, budayawan, juga politikus di Aceh. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Anggota Dewan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). Pada tahun 1989, beliau mendirikan sebuah yayasan yang bernama Ali Hasjmy. yayasan itulah yang menampung naskah-naskah kuno dan beberapa buku yang terdiri dari berbagai bahasa. 





Perpustakaan dan museum ini awalnya diresmikan oleh Prof. Dr. Emil Salim yang saat itu menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Jika anda ingin mengunjungi museum ini menggunakan kendaraan milik pribadi, maka dari pusat kota Banda Aceh anda dapat langsung menuju ke jalan Teuku Umar. Saat berada di simpang tiga anda dapat menuju ke jalan Cut Nyak Dhien, kemudian belok kiri menuju jalan Jenderal Sudirman.  Karena letaknya sangat strategis, yaitu berada di pusat kota, kendaraan apa saja dapat menjangkau tempat yang satu ini. Museum Ali Hasjmy ini dibuka setiap hari Senin sampai hari Jumat, mulai pukul 08.00 sampai dengan 12.00 (buka setengah hari). Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu museum ini ditutup untuk umum.

Sebaiknya pemerintah setempat memperhatikan museum Ali Hasjmy tersebut agar diberikannya perbaikan-perbaikan pada museum yang satu ini serta perawatan-perawatan terhadap manuskrip-manuskrip kuno. Jika anda ingin belajar sejarah Aceh selain di museum Aceh, anda dapat bergegas ke museum yang satu ini. Selain itu, anda dapat belajar banyak sejarah karena disini anda dapat melihat koleksi-koleksi bersejarah sekaligus membaca berbagai macam naskah buku kuno. Selamat berwisata!

1 komentar:

  1. mantap, mampir juga kemari ya: http://informasi-syarif.blogspot.com/2014/03/hutan-kota-icon-paru-paru-serambi-mekkah.html

    BalasHapus