Rabu, 30 April 2014

Mengenang sejarah melalui monumen di Banda Aceh

Share it Please






Jika anda berkunjung ke Banda Aceh, anda akan menjumpai berbagai tugu dan monumen  di berbagai lokasi di Banda Aceh. Beberapa monumen dibuat untuk mengenang sejarah-sejarah yang terjadi di Aceh. Berbagai tugu dan monumen ini pun terletak di beberapa lokasi wisata di Banda Aceh. Untuk lebih jelas, mari sejenak kita meneropong monumen apa saja yang berada di seputaran kota Banda Aceh ini.


1. Tugu Proklamasi Republik Indonesia
Tugu yang satu ini pada awalnya dibangun di depan kantor walikota Banda Aceh atau bisa dibilang, berada langsung disebelah kiri Masjid Raya Baiturrahman. Pada tempat atau lokasi yang satu ini mengurai peristiwa bersejarah bagi masyarakat Aceh dimana lokasi yang satu ini pernah berdiri hotel Aceh tempat presiden Sukarno pernah menginap pada tanggal 16 Juni 1948 dan juga bertemu dengan penguasa-penguasa Aceh pada masa itu. Beberapa tahun yang lalu, di dekat tugu Proklamasi yang satu ini berdiri sebuah tower PDAM. Namun, kini tower tersebut sudah dihancurkan dan dibangun fasilitas bermain anak-anak.

source: google

Taman Sari


Tugu Proklamasi Republik Indonesia ini sekarang berada di dalam kawasan Taman Sari. Tak jarang, banyak pengunjung yang berdatangan dan melihat tugu yang satu ini. Sembari berkunjung melihat tugu, jangan lupa berjalan-jalan di sekitar taman Sari. Taman yang satu ini juga dibangun lagi menjadi lebih baik dan multi fungsi. Letaknya yang strategis sebagai ruang hijau menjadikannya tempat berekreasi dan juga simbol dari pembaruan dan harapan. Tak jarang, setiap akhir pekan, banyak keluarga yang membawa sanak saudaranya untuk berwisata ke kota Banda Aceh dan Taman Sari adalah salah satu solusi alternatifnya. 


2. Tugu Tsunami
Jika anda mengenal museum Tsunami, nah tugu yang satu ini berada tidak jauh dari museum Tsunami. Bisa dikatakan jika tugu ini berada dalam kawasan lapangan  Blang Padang. Tugu Tsunami ini dijadikan monumen bagi daerah tersebut yang menandakan pernah terjadinya tsunami yang maha dahsyat. Sebenarnya, tugu tsunami dapat kita temukan di beberapa tempat yang pernah dilewati oleh gelombang tsunami tahun 2004 silam. Tugu Tsunami ini dibangun oleh Yayasan Harapan Bangsa Nusantara, Jakarta. Tugu ini berada di dekat replika pesawat Dakota RI-001.  Tujuan didirikannya tugu ini agar ikut mengenang hari yang sangat bersejarah yaitu bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi di pesisir pantai Asia Pasifik.







3. Monumen Aceh Thanks to The World

Monumen ini adalah salah satu bentuk terima kasih masyarakat Aceh kepada dunia, termasuk para relawan, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan, lembaga tinggi negara, ketentaraan dalam luar negeri yang sangat berpartisipasi dalam merekontruksi Aceh pasca musibah Tsunami. Bangunan tersebut berbentuk seperti gelombang tsunami dan berada di sisi utara. Selain monumen Aceh Thanks to The World, sebagai rasa berterimakasih kepada negara-negara lain, maka dibuatlah prasasti dan pohon persahabatan bagi negara-negara yang ikut berpatisipasi. Pada prasasti itu tertulis nama negara, bendera negara, dan ucapan 'terima kasih dan damai' dalam bahasa masing-masing negara. Total dari prasasti itu sendiri terdapat 53 prasasti di lapangan Blang Padang. Contohnya seperti pada tugu kecil Republik Finlandia yang bertuliskan "Kiitos Rauha" yang dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai "Terima kasih dan Damai".

Monumen-monumen yang digunakan untuk mengingat akan memori pada tahun 2004 silam. Ada juga walk of frame Tsunami, ialah lantai didepan monumen yang dipenuhi prasasti yang memuat berbagai hal tentang tsunami, jumlah korban tewas dan hilang, jumlah jembatan yang musnah, dan jumlah warga yang menjadi korban dan mengungsi di suatu tempat,dan lain lain.

Terlepas dari itu, mari kita menelusuri lapangan Blang Padang. Lapangan yang berluaskan 8 ha ini dulunya digunakan hanya untuk upacara-upacara bendera yang dilakukan oleh pemerintah Aceh, tetapi sekarang lapangan ini telah berubah fungsinya menjadi alun-alun kota Banda Aceh setelah mengalami perbaikan dan renovasi di berbagai tempat. Lapangan yang satu ini memiliki fasilitas-fasilitas olahraga antara lain lapangan bola kaki, jogging track, sampai dengan lapangan basket sehingga tak jarang pada akhir pekan banyak penduduk lokal maupun wisatawan asing yang datang hanya untuk menikmati segarnya udara pagi di Banda Aceh.




4. Monumen Tsunami PLTD APUNG
Disini kita dapat melihat monumen bersejarah yang melukiskan mengenai tsunami. Monumen ini memang sengaja dibuat dengan bentuk gelombang air laut,kapal dan jam yang menunjukkan pukul terjadinya gempa bumi dan tsunami di Aceh. Di bawah monumen berisi nama-nama desa dan korban jiwa. Di dekat monumen terdapat relief yang terbuat dari tembaga yang berkisah terdamparnya kapal Apung PLTD ini.





5. Monumen Atjeh Tram
Saat tahun 1970, warga di kota Banda Aceh masih menggunakan kereta api sebagai salah satu transportasi. Kereta api yang satu ini mencapai rute hingga kota Medan di Sumatera Utara. Kini salah satu lokomotif atau gerbongnya dijadikan monumen kereta api yang berada di Jl. Sultan A. Mahmudsyah. Monumen ini menjadi salah sejarah transportasi di Banda Aceh. Sejarah dari pembangunan kereta Api Aceh ini sendiri terbilang unik, karena tujuan awal pembangunannya digunakan sebagai sarana mengangkut peralatan militer dari pelabuhan Ulee Lheue ke Banda Aceh. Hal itu yang berdampak besar bagi atau memberikan keuntungan ekonomi dan politik yang besar.


Monumen Atjeh Tram


6. Menara Air Banda Aceh
 Hal yang satu ini merupakan peninggalan bersejarah yang terus kokoh di tengah kota. Menara ini terletak di tepi jalan Balai Kota, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh. Menara air ini letaknya tak jauh dari Taman Sari dan tak jauh dari bekas Hotel Aceh di depan mesjid Raya Baiturrahman. Menara ini adalah peninggalan kolonial belanda yang dalam bahasa belanda sering disebut sebagai Water Toren. Bangunan ini didirikan pada tahun 1880. Saat ini bangunan tersebut sudah tidak dapat berfungsi kembali. Bangunan tersebut berbentuk bundar dan mempunyai sebuah pintu yang terbuat dari kayu menghadap ke arah barat. Bagian pintu dibuat menonjol dan berbentuk gerbang dengan bentuk limas. Bentuk menara yang satu ini hampir sama dengan bentuk menara air di Medan, Sumatera Utara. Atap bangunan tersebut terbuat dari seng yang berbentuk kubah. Pada bagian atas atap terdapat kemuncak yang berbentuk segi enam. Pada bagian depan pintu kurang lebih 3m terdapat bak dari beton yang didalamnya dijumpai instalasi pipa air kurang lebih 2n dari permukaan tanah.




Nah, untuk anda yang ingin menikmati wisata-wisata di Banda Aceh lainnya, ayo mampir ke beberapa tempat yang sudah saya sebutkan di atas. Anda tidak akan menyesal mengunjungi tempat-tempat rekomendasi yang satu ini. Ayo,tunggu apa lagi? Nikmati berbagai wisata yang tidak akan pernah anda lupakan di Banda Aceh! Feel the harmony, discover the extradionary.

5 komentar:

  1. Tulisan yang menarik. Info tentang Wisata Aceh disini juga ada : http://acehplanet.com/

    BalasHapus
  2. trimakasih infonya gan...
    sangat bermanfaat..
    mantap..

    BalasHapus
  3. mantap, ulasan yang menarik. yuk terus promosikan aceh keluar agar wisata aceh makin maju

    BalasHapus