Rabu, 16 April 2014

Melepas penat di Taman Kota Krueng Aceh

Share it Please
Bagi warga Aceh, siapa yang tak kenal dengan nama Krueng? Ya, sungai yang membelah kota Banda Aceh ini merupakan salah satu objek wisata dengan konsep panorama yang indah dengan aliran sungai yang tenang dan nyaman. Lokasi yang satu ini sangat cocok dikunjungi saat akhir pekan karena dapat melepas kepenatan. Keberadaan Krueng atau  Sungai ini dimanfaatkan oleh pemerintah Kota Banda Aceh dengan dibuatnya Taman Kota Krueng Aceh yang asri dan dibuat dengan senyaman mungkin. Taman Krueng Aceh ini berlokasi di tepian sungai Krueng Aceh. Karena lokasinya yang berada di tengah-tengah kota, sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan.


Taman Krueng Aceh Wallpaper



Dengan Konsep Water Front City nantinya taman ini akan dilengkapi dengan sarana penunjang wisata seperti perahu dan alat memancing. Titik kawasan atau lokasi Waterfront City di Kota Banda Aceh meliputi kawasan Gampong Keudah, Gampong Kuta Alam dan Kawasan Gampong Lamgugob, dengan sarana yang tersedia yaitu tempat rekreasi keluarga di titik Keudah dan Kuta Alam serta wisata air di jembatan lamnyong. Bagi pengunjung yang datang, kawasan Taman Wisata Krueng Aceh ini tidak hanya dijadikan untuk melepas kepenatan sahaja, melainkan dijadikan sebagai jogging track yang berlokasi di dekat jembatan Peunayong. Taman Wisata Krueng Aceh ini seringkali dijadikan sebagai sarana olahraga ataupun tempat pembibitan benih tanaman di Kampung Baru.




 



Sungai Krueng merupakan sungai yang terkenal di Aceh yang panjangnya mencapai 145 kilometer. Sungai ini terbilang cukup bersih jika dibandingkan dengan sungai-sungai lainnya. Sungai ini melintas di sepanjang wilayah Banda Aceh dan membelah Aceh menjadi dua bagian, yaitu utara dan selatan. Jika dihitung, aliran sungai Krueng sepanjang kota Banda Aceh sekitar 10 kilometer.  Sungai Krueng Aceh biasanya dijadikan sebagai tempat perlombaan dayung perahu pada beberapa tahun sebelumnya. Jika ada perlombaan seperti ini, tak ada salahnya jika anda datang dan melihat sekaligus menikmati Sungai Krueng Aceh tersebut.




 

Suasana sungai yang menyegarkan mata ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pelengkap hiburan dan keasrian alam lainnya. Seperti pada Taman Pembibitan Krueng Aceh, disini kita dapat melihat berbagai bibit yang dikumpulkan dari seluruh daerah di Aceh. Dilengkapi dengan gazebo, shelter, rumah bibit, lampu taman, bangku dermaga, dan turap yang berfungsi dalam kegiatan pembibitan sekaligus rekreasi. Pembangunan ini dilaksanakan selama 6 bulan. Saat saya datang ke taman ini, pembangunan dari taman pembibitan Krueng Aceh ini cukup bagus dan rapi. Selain itu, lokasinya pun cukup dekat dengan kawasan Mesjid Baiturrahman atau kawasan labi-labi (sejenis mikrolet di Banda Aceh), sehingga jika anda lelah berbelanja atau jalan-jalan anda dapat singgah ke taman ini dan sejenak melepaskan penat. Anda bisa berpiknik bersama keluarga di sekitaran lokasi Gampong Keudah dan Gampong Kuta Alam karena sudah ada fasilitas dengan baik. Pepohonan yang tumbuh ditaman ini membuat pengunjung menjadi betah untuk datang walaupun di siang hari. Pengunjung yang datang ke lokasi biasanya ramai di pagi ataupun di sore hari. Tujuan mereka biasanya adalah refreshing melepas penat dengan keseharian mereka. Terutama di sore hari sepulang kerja. lokasi yang berada di pusat kota membuat para pekerja di Banda Aceh menjadikan Taman wisata ini sebagai alternatif wisata mereka sehari-hari. 



Panorama sungai yang indah ini bisa anda nikmati sambil menyantap beberapa kuliner yang dijajakan para pedagang di sekitar taman. Anda bisa membeli jagung bakar, bakso, mie Aceh dan lain sebagainya. Selain itu, sudah disediakan juga sarana bangku-bangku taman yang bisa anda tempati sembari menikmati makanan tersebut. Tak hanya itu, Anda bisa menaiki beberapa alat transportasi air seperti boat atau kapal khusus tergantung dari minat pengunjung. Rasakan sensasi hembusan angin di atas sungai Krueng itu sendiri.

Seringkali, wisatawan yang berwisata di lintasan sungai Krueng Aceh akan dibawa sampai ke Gampong kuta Raja yang merupakan muara dari sungai Krueng sendiri. Anda akan diceritakan oleh si pemandu wisata mengenai sejarah Gampong Kuta Raja yang merupakan perkampungan pertama yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda.


Malam hari pun tak kalah ramai, dengan tatanan lampu kota yang indah membuat pantulan cahaya di atas sungai tampak mempesona. Maka dari itu, lokasi Taman Wisata Krueng ini jarang terlihat sepi oleh pengunjung. Sangat menarik,bukan? 


Taman sebagai penjaga kualitas kota


Mengapa saya sebut taman sebagai penjaga kualitas kota? Karena seiring didirikannya taman, maka penghijauan taman pun akan terjadi. Hal ini jelas bermanfaat dan menguntungkan masyarakat karena tanaman dapat menyaring debu dan asap dari kendaraan bermotor, sehingga nantinya dapat menimalisir polusi udara. Selain itu, taman juga bermanfaat untuk meredam kebisingan kota yang padat akan aktivitas, dan pelestarian ekosistem. Taman kota dapat menumbuhkan rasa sosialis yang tinggi di dalam lingkungan perkotaan yang kini sangat mengarah pada individualis. Menumbuhkan rasa toleransi, tidak hanya terhadap sesama manusia melainkan terhadup makhluk hidup lainnya. 


Taman yang baik merupakan cerminan kota dengan manusia (masyarakat) yang baik. Manusia merupakan aspek penting dalam sebuah kota, sehingga kualitas manusia akan mempengaruhi kualitas sebuah kota. Hal ini yang seharusnya diperhatikan oleh pemerintah Kota Banda Aceh dalam membangun tata kota.Keberadaan manusia saat ini hampir seperti sudah tidak dapat dipisahkan dengan konteks dunia perkotaan. Sayangnya, urbanisasi terhadap lingkungan perkotaan seringkali dijadikan “tersangka“ yang bertanggung jawab atas permasalahan-permasalahan baik sosial maupun lingkungan yang terjadi. Terdapat kemungkinan bahwa efek-efek yang merusak tersebut terjadi akibat adanya hubungan yang tidak harmonis antara budaya bekerja masyarakat perkotaan tersebut dengan lingkungan alam di sekitarnya. Inilah yang mendasari mengapa masyarakat perkotaan tetap membutuhkan kedekatan yang harmonis terhadap lingkungan alami yang menyehatkan. Salah satu solusi pemenuhan kebutuhan ini tidak lain adalah taman kota.


Taman kota sebetulnya merupakan sebuah ruang terbuka yang dapat mengintegrasikan antara lingkungan, masyarakat, dan kesehatan di lingkungan perkotaan dengan mempromosikan sebuah pendekatan ekologis terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia yang didasari pada kontak dengan alam. Selain itu, taman kota juga bermanfaat secara lingkungan, estetis, rekreasi, psikologis, sosial, serta ekonomis bagi masyarakat perkotaan. Untuk Taman Wisata Krueng Aceh yang merupakan taman kota ini perlu adanya peninjauan dan penambahan sarana dan prasarana di lokasi tersebut ataupun peningkatan mutu penganan yang dijajakan.  Selain membuka peluang bagi pengusaha kelas bawah, keberadaan taman tersebut juga membuka peluang baru bagi warga sekitar, khususnya pemuda. Paling tidak, mereka bisa memanfaatkan lahan parkir di lokasi tersebut sebagai sumber pemasukan kas pemda setempat. Selain itu, keberadaan pedagan dan pengelola parkir ini juga menjadi sumber baru bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banda Aceh. Para pengunjung juga diharapkan agar menjaga kebersihan taman kota setempat demi menjaga lingkungan.


Dapat membangun Ekonomi Rakyat


Membangun taman wisata kuliner Krueng Aceh, ternyata tidak hanya untuk memperindah pemandangan Banda Aceh sebagai ibukota provinsi, tapi ternyata jauh lebih luas lagi, yakni memberi peluang untuk menggeliatnya kembali perekonomian masyarakat, terutama mereka yang berprofesi sebagai pedagang kecil.


Hal ini setidaknya awal dari maksud dan tujuan lahirnya usulan untuk membangun kawasan wisata kuliner dan air Krueng Aceh, yang diajukan Pemko Banda Aceh kepada Sektor Usaha BRR, melalui Satker BRR Pemberdayaan Ekonomi dan Pengembangan Usaha Wilayah I.Pembangunan proyek taman kota sebenarnya diharpkan agar dapat memberikan efek positif dalam menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar, khususnya para pedagang dan minuman ringan. 


Efek dari taman kota sendiri ini harus terasa ke masyarakat, terutaman dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Saya mengharapkan agar masyarakat dan Pemko Banda Aceh dapat memanfaatkan taman kota yang telah tersedia dan melaksanakan segera pembangunan taman kota yang lainnya agar menjadi tidak terbengkalai.


6 komentar:

  1. Artikel yang bagus, menarik untuk dibaca.. :)

    Please coment at http://travellingsejati2014.blogspot.com/2014/04/indahnya-hidup-dalam-kebersamaan-di.html

    BalasHapus
  2. mantap, mampir juga kemari ya: http://informasi-syarif.blogspot.com/2014/03/hutan-kota-icon-paru-paru-serambi-mekkah.html

    BalasHapus
  3. Tulisan yang menarik. Info tentang Wisata Aceh disini juga ada : http://acehplanet.com/

    BalasHapus